Wisata Pulau Lembeh

Perjalanan ke Pulau Lembeh akan kita tempuh selama 20 menit,” kata Jefri, lelaki yang ikut memandu perjalanan.

Pantai Serena

Air laut yang tenang membuat perjalanan ke Pulau Lembeh terasa begitu cepat. Sejumlah perahu dan kapal-kapal besar yang sedang bersandar pun menambah keindahan tersendiri. Monumen Trikora bercat putih yang berada di bibir Selat Lembeh perlahan mulai terlihat jelas saat tiba di pulau tersebut.

Sebuah kendaraan roda empat terparkir di depan pintu masuk di kawasan Papusungan, Lembeh Selatan. Kendaraan itu yang akan digunakan untuk mengantar penumpang menelusuri obyek-obyek wisata. Ada 8 penumpang yang ikut mengunjungi obyek-obyek wisata di Pulau Lembeh.

Jalan yang berkelok-kelok dengan tanjakan yang tajam dan turunan yang curam menambah sensasi tersendiri bagi pengunjung sepanjang perjalanan di Lembeh Selatan. Para penumpang yang berada di kendaraan itu tak banyak bicara. Hanya sesekali mereka terdengar membuka percakapan.

Monumen Trikora

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Monumen Trikora. Alunan lagu rohani dari sebuah warung menyambut kami saat tiba di lokasi itu.

Bangunan ini dibangun pada 1992 dan diresmikan pada 1993. Di dalam bangunan tersebut terdapat relief yang menceritakan tentang pembebasan Irian Barat. Dari kejauhan terlihat pelabuhab Bitung dan Gunung Dua Bersaudara.

“Bangunan ini tingginya 62 meter, sedangkan luasnya sekira 2 hektare,” kata Wolter Lungka, pengurus Monumen Trikora kepada Liputan6.com.

Pantai Kahona

Destinasi wisata ini berada kelurahan Pasir Panjang, Lembeh Selatan. Tempat ini ramai dikunjungi wisatawan tiap akhir pekan. Sebelum tiba ke pantai, pengunjung lebih dulu melewati jembatan kayu yang berkelok sepanjang 150 meter yang kanan dan kirinya ditumbuhi mangrove.

Sumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3905046/menjelajahi-pesona-pulau-lembeh-di-bitung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *